Sajak Iseng



Kenangan Beku
By IH

Sepanjang hari aku selalu terbayang
Apa yang harus aku lakukan ketika bertemu denganmu
Pakaian apa yang pantas aku kenakan
Senyum seperti apa yang harus aku pasangkan

Sepanjang perjalanan aku merasa semakin dekat denganmu
Berkilo-kilo meter jauhnya tak membuatku lelah
Aku benar-benar menikmati setiap sentinya
Sambil membayangkan sosok dirimu

Sesampainya di sana, aku bertanya
Di manakah dirimu?
Batang hidungmu pun tak tampak, padahal
Kaulah orang pertama yang selalu aku temukan di tengah keramaian

Mungkin aku mulai merasa lelah
Bernapas ditengah ribuan kawan seperjuangan
Tapi dalam hatiku, aku berharap
Kaulah satu-satunya orang yang seketika menghapus penatku

Satu-satunya orang yang mampu membuat jantungku berdegup kencang
Tersenyum membayangkan peristiwa-peristiwa dulu
Atau bahkan membuatku merasa sangat menyesal
"Apa yang telah kulakukan?"

Namun, sepertinya bukan takdirku...
Segala hal yang aku bayangkan, berakhir tidak seperti itu

Jarak itu semakin menjauh
Mata ini sampai berair melihat hujan di kota ini
"Aku melewatkan segalanya,"

Rintik hujan semakin ringan
Kota Malang masih kedinginan di dalam hati
Hati yang baru saja menerima kenangan beku

Ya Allah, apa sesedih ini skenario yang Engkau buat?
Bahkan untukku, yang tak pernah berharap lebih agar bisa bertatap muka
Namun sehelai rambutnya pun tak Kau perlihatkan padaku...

Kalau begitu, kuatkan saja hatiku, Ya Allah
Tangguhkan hatiku sekali lagi
Sembari menunggu kenangan beku yang lain mungkin
Atau di kemudian hari,
Melalui seseorang yang Engkau pilihkan untukku
Menyinarinya...

"If it's too good to be true, then it's not true"
Malang, Mei 2016

Komentar